Paceklik Medali Emas Indonesia Masih Berlanjut

Paceklik Medali Emas Indonesia Masih Berlanjut

SEA GAMES 2019 dilaksanakan di Filiphina pada tanggal 25 November yang terjadi pada pekan ke empat diikuti oleh seluruh Negara – Negara di Asia. Salah satu nya adalah Indonesia. Olahraga yang banyak diminati oleh penduduk dunia bahkan menjadi sorotan sebagian warga dunia adalah sepak bola.

Ada magnet tersendiri dalam permainan olahraga ini. Hal serupa juga terjadi pada momen SEA GAMES 2019 ini. Osvaldo Ardiles Hayy beserta kawan – kawannya yang tergabung dalam TIMNAS U22 harus puas pulang dengan medali perak yang mereka bawa.

TIMNAS berada di grub B dengan Singapura, Thailand, Vietnam, Laos dan Brunei. Di Stadion Rizal Memorial, skuat Garuda dengan bangganya telah berhasil mengalahkan juara bertahan yaitu Thailand dan Singapura dengan skor 2-0.

Begitu pula dengan Brunei Darussalam yang berhasil dibungkam TIMNAS Indonesia dengan skor 8-0, membuat Laos menundukkan kepala dengan skor 4-0, serta bagaimana gigihnya para putra Indonesia bersemangat merebut kejayaan sepak bola pada semifinal yang melawan Myanmar, dan berhasil membuat Myanmar pulang membawa kekalahan dengan skor 4-2. Kekalahan Myanmar membawa TIMNAS Indonesia berhasil ke babak final.

Pelatih TIMNAS Indonesia U22 Indra Sjafri mengatakan bahwa timnya akan membawa semangat yang luar biasa bagi nya dengan menggaet Evan Dimas dan Zulfiandi bergabung. Berharap membawa piala emas dalam ajang olah raga ini serta mengakhiri masa paceklik medali emas.

Prediksi – prediksi atas kemenangan Indonesia pada SEA GAMES 2019 cabang olahraga sepak bola telah digemborkan. Namun pada menit ke 90 Evan Dimas terpaksa harus keluar dari pertandingan karena mengalami cidera akibat tekel maut yang dilakukan Doan Van Hau pada pertandingan tersebut sehingga kondisi ini membuat permainan Indonesia KO.

Wasit yang memimpin pada pertandingan final pun tidak memberi kartu kuning terhadap Hau, Thoriq Alkatiri wasit bersasl dari Indonesia berpendapat bahwa “karena kejadian cukup cepat dan tidak ada VAR , wasit tidak bisa memutuskan, mungkin jika ada VAR ceritanya akan lain. Atas kejadian tersebut Evan Dimas belum bisa berdiri dan masih duduk di kursi roda.

Vietnam seakan telah bersiap menyambut Indonesia yang kehilangan salah satu pemain terbaiknya Evan Dimas. Diperkuat dengan gelandang nya Do Hung Dung, kesebelasan Vietnam dimana pertahanannya yang sulit di patahkan oleh TIMNAS U22.

Apalagi setelah Doan Van Hau, Doan Van Nao, dan Do Hung Dung berhasil menjebol gawang Indonesia . Nyatanya Indonesia harus siap menerima bahwa harus terhenti dengan 0-3 oleh Vietnam. Indonesia harus mengakui keperkasaan Vietnam.

Namun tidak ada yang sia – sia, penampilan kesebelasan TIMNAS hingga bisa menembus final bagaimanapun juga masih berhasil menarik perhatian para penggemarnya. Vietnam memang berhasil membuat anak buah Indara Sjafri ini pontang – panting akan tetapi sesungguhnya TIMNAS U22 telah mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA GAMES 2019 ini.

Lifestyle