Mangut Lele Mbah Marto, Warung Makan Ndhelik yang Diserbu Pelancong Kota Yogyakarta

Mangut Lele Mbah Marto, Warung Makan Ndhelik yang Diserbu Pelancong Kota Yogyakarta

Berkunjung ke Yogyakarta tak lengkap jika melewatkan momen berwisata kuliner, karena selain terkenal sebagai daerah wisata juga dikenal berkat citarasa makanannya. Mangut Lele Mbah Marto harus masuk dalam list tempat makan yang harus dikunjungi.

Tapi jangan terkaget ketika sampai disana, meski hanya memiliki tempat yang kecil pengunjung yang datang sangat ramai.

Pada awalnya Mbah Marto merupakan penjual nasi keliling, bahkan dusun tempatnya bermukim memang didominasi dengan penjual nasi. Namun seiring berjalannya waktu profesi ini ditinggalkan dan Mbah Marto tetap menjalaninya hingga sekarang melanjutkan berjualan di rumahnya.

Warung ini terbilang ndhelik (dalam bahasa Jawa) yang memiliki arti tersembunyi. Beralamatkan di Jl. Parangtritis km 6.5, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul atau lebih mudahnya di belakang kampus Institut Seni Indonesia (ISI).

Lokasinya agak masuk kampung, sehingga jika takut tersesat ada baiknya bertanya pada warga sekitar.

Apa yang membedakan dengan mangut lele lain?

Pasti ada alasan mengapa tempat makan ini ramai meski letaknya tersembunyi dan lumayan jauh dari Yogyakarta kota. Nah, mari kita simak bersama! Pasti ada hal yang menjadikan tempat ini spesial hingga dikunjungi banyak orang ketika ingin berwisata kuliner di Yogyakarta. Makanan citarasa desa yang dimasak secara tradisional, ngangeni!

Sebelum masuk proses di-mangut, lele diolah dengan diasap sehingga menimbulkan aroma yang sedap dan tidak lagi amis. Kebanyakan mangut lele yang ada digoreng terlebih dahulu, namun hal inilah yang membedakan Mangut Lele Mbah Marto.

Tak hanya itu, bumbu yang menjadi citarasa makanan ini diracik langsung oleh yang punya untuk menjaga konsistensi rasa. Jika mangut lele lain berwarna kuning, justru Mangut Lele Mbah Marto berwarna merah menyala.

Mangut lele memang jadi menu andalan di warung ini, namun sebenarnya tidak hanya itu saja yang dijual ada menu lain diantaranya oseng daun papaya, sambal goreng krecek, dan juga gudeg. Mbah Marto sengaja memberikan variasi menu karena ditakutkan bagi pengunjung tidak doyan atau bosan dengan menu mangut lele bisa mencicipi menu lain.

Harga dan jam operasional

Apabila menyantap mangut lele lengkap yang terdiri dari nasi, mangut lele asap, sambal goreng krecek, dan oseng daun papaya dihargai sekitar Rp 20.000 – Rp 30.000 saja. Karena harga makanan yang ditawarkan berkisar dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 dan Rp 2.000 untuk minuman. Sungguh murah bukan untuk menikmati makanan se-legendaris ini?

Ada satu kelebihan yang harus Anda ketahui, makanan di sini disediakan secara prasmanan dengan baskom dan panci di dapur. Sehingga bisa dengan leluasa mengambil sendiri dan bisa melihat langsung bagaimana proses memasaknya. Pembayaran dilakukan setelah selesai makan, tinggal menyebutkan saja menu yang diambil.

Warung Mangut Lele Mbah Marto buka setiap hari dari pukul 10.00 – 16.00 WIB, tetapi disarankan untuk datang di siang hari menjelang jam makan siang. Selain masih lengkap menunya juga masih bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan makanan yang dijajakan.

Wisata